Daftar beritaLaporan: SBI dan Rakuten Membangun Trust Kripto saat 11 Pialang Jepang Mengincar Masuk
Bitcoin.com2026-05-17 18:30:35

Laporan: SBI dan Rakuten Membangun Trust Kripto saat 11 Pialang Jepang Mengincar Masuk

ORIGINALReport: SBI and Rakuten Build Crypto Trusts as 11 Japan Brokerages Eye Entry
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯3648 kata
Pialang terbesar di Jepang sedang bersiap untuk menjual trust investasi cryptocurrency kepada investor ritel, menurut survei Nikkei Asia yang dipublikasikan pada hari Minggu. Laporan: SBI dan Rakuten Membangun Crypto Trust saat 11 Pialang Jepang Mengincar Masuk Pasar Poin Utama - SBI Securities dan Rakuten Securities berencana menjual trust investasi crypto, membuka bitcoin dan ethereum ke akun pialang ritel. - FSA Jepang menargetkan 2028 untuk revisi Investment Trust Act, dengan usulan tarif pajak 20% yang menggantikan batas atas 55% saat ini. - Nomura, Daiwa, dan 11 perusahaan lain akan mengevaluasi penawaran dana crypto setelah kerangka regulasi Jepang difinalisasi. Pialang Jepang Mendorong Dana Crypto saat FSA Mengincar Tenggat Regulasi 2028 SBI Securities dan Rakuten Securities berencana mengembangkan dan mendistribusikan trust investasi crypto secara internal, menurut laporan Nikkei Asia terbaru. Produk tersebut akan memberi pelanggan pialang biasa eksposur terhadap bitcoin dan ethereum tanpa memerlukan akun bursa terpisah atau dompet digital. SBI Securities berniat menjual dana yang dibangun oleh perusahaan grupnya, SBI Global Asset Management. Grup tersebut berencana menangani pengembangan produk, penyusunan struktur ETF, dan distribusi sepenuhnya dalam ekosistemnya sendiri. Rakuten Securities mengambil pendekatan serupa, sebagaimana dirinci kontributor Nikkei Asia, Miyu Fukawa dan Shogo Furuta. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Rakuten Investment Management untuk membuat trust investasi cryptocurrency tersedia melalui aplikasi smartphone-nya. Nikkei Asia mensurvei 18 perusahaan sekuritas besar Jepang dan menemukan minat yang luas. Nomura Securities, Daiwa Securities, SMBC Nikko Securities, Mizuho Securities, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, dan tujuh perusahaan lainnya mengatakan akan mempertimbangkan menawarkan produk semacam itu setelah regulasi difinalisasi. Financial Services Agency (FSA) sedang berupaya mengamandemen Investment Trust Act agar cryptocurrency memenuhi syarat sebagai aset tertentu yang layak untuk kendaraan investasi, dengan target tahun 2028. Perubahan tersebut akan memungkinkan pialang dan manajer aset secara legal memegang crypto di dalam struktur dana. Pada April 2026, pemerintah Jepang menyetujui rancangan undang-undang untuk mengklasifikasikan ulang cryptocurrency sebagai produk keuangan di bawah Financial Instruments and Exchange Act, memindahkannya keluar dari kategori pembayaran. Jika parlemen meloloskan RUU tersebut dalam sesi saat ini, aturannya diharapkan berlaku pada tahun fiskal 2027. Undang-undang yang diusulkan juga akan memangkas tarif pajak atas keuntungan cryptocurrency menjadi 20%, sesuai dengan tarif yang diterapkan pada saham dan obligasi. Saat ini, investor Jepang dapat menghadapi tarif pajak setinggi 55% atas keuntungan crypto. Kerangka yang direvisi juga akan memberlakukan persyaratan kustodian dan keamanan yang lebih ketat pada bank trust dan institusi lain yang mengelola cryptocurrency dalam operasi investasi, serta menambahkan larangan insider trading. Jepang telah mempertahankan sektor bursa crypto domestik yang teregulasi selama bertahun-tahun, dengan platform berlisensi termasuk Bitflyer, Coincheck, dan SBI VC Trade. Bitcoin ETF mulai diperdagangkan di AS pada tahun 2024, dengan produk serupa kini terdaftar di Kanada, Hong Kong, dan Australia. Nomura dan Daiwa sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan produk investasi crypto di dalam grup masing-masing. SMBC Group telah membentuk gugus tugas lintas-grup untuk mengkaji peluang tersebut, dan Asset Management One, di bawah Mizuho Financial Group, telah memulai diskusi internal. Spot crypto ETF yang terdaftar di Tokyo Stock Exchange tetap menjadi kemungkinan jangka panjang menunggu penetapan aturan FSA, Nikkei Asia melaporkan. Implikasi pasarnya signifikan: survei menunjukkan hampir 80% investor institusional Jepang berencana mengalokasikan 2% hingga 5% portofolio mereka ke aset crypto pada tahun 2029.
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (Bitcoin.com)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:565e703f30
Sumber:Bitcoin.com
Diterbitkan:2026-05-17 18:30:35
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar