Daftar berita'No More Mr. Nice Guy' — Trump Peringatkan Iran untuk Menerima Kesepakatan atau Kehilangan Setiap Jembatan dan Pembangkit Listrik
Bitcoin.com2026-04-19 13:50:27 Populer

'No More Mr. Nice Guy' — Trump Peringatkan Iran untuk Menerima Kesepakatan atau Kehilangan Setiap Jembatan dan Pembangkit Listrik

ORIGINAL‘No More Mr. Nice Guy’ — Trump Warns Iran to Accept Deal or Lose Every Bridge and Power Plant
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯4453 kata
Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengancam akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran setelah kapal perang Iran menembaki kapal komersial di Selat Hormuz, yang mendorong gencatan senjata yang rapuh yang ditengahi oleh Pakistan ke ambang kehancuran. 'No More Mr. Nice Guy' — Trump Memperingatkan Iran untuk Menerima Kesepakatan atau Kehilangan Setiap Jembatan dan Pembangkit Listrik Poin-Poin Utama: - Trump mengancam akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut menolak kesepakatan yang diusulkan paling lambat 22 April 2026. - Kapal perang IRGC Iran menembaki kapal komersial pada hari Sabtu, mengenai kapal-kapal yang terkait dengan Prancis dan Inggris, yang memicu pelanggaran gencatan senjata. - Negosiator AS kembali ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan karena Iran kehilangan sekitar $500 juta setiap hari akibat blokade angkatan laut yang sedang berlangsung. Trump Menentukan Batas Terkait Iran Trump memposting ancaman tersebut di Truth Social pada 19 April 2026, menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “melumpuhkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran” jika Teheran menolak untuk menerima kesepakatan. Ia melabeli penembakan tersebut sebagai pelanggaran langsung terhadap gencatan senjata dua minggu yang mulai berlaku pada 7 April. Insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu, 18 April, ketika kapal perang Iranian Revolutionary Guard Corps dilaporkan menembaki setidaknya dua kapal komersial. Kapal-kapal yang terhubung dengan Prancis dan Inggris termasuk di antara yang menjadi sasaran. Data lalu lintas laut menunjukkan tidak ada kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Minggu. Iran sempat memberi sinyal pembukaan kembali jalur air tersebut yang terkait dengan ketentuan gencatan senjata sebelum membatalkan keputusannya pada hari Sabtu. Pejabat Iran menegaskan kembali kendali atas selat tersebut, memutar balik kapal tanker minyak yang berbendera Botswana dan Angola, serta menyebut blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung di pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tindakan agresi. Trump menolak pembingkaian tersebut. Ia mengatakan blokade yang diberlakukan sekitar 12 April akan tetap berlaku sampai Iran menyetujui kesepakatan yang “100% lengkap”. Ia menambahkan bahwa Iran kehilangan sekitar $500 juta per hari dalam pendapatan minyak karena penutupan jalur tersebut. Negosiator AS sedang menuju kembali ke Islamabad untuk pembicaraan yang dijadwalkan pada Senin malam. Gencatan senjata yang ditengahi Pakistan berakhir sekitar 22 April. Gencatan senjata tersebut bersyarat pada Iran yang membuka kembali selat tersebut sepenuhnya dan tidak pernah sepenuhnya menyelesaikan perselisihan inti. Kedua pemerintah sekarang saling menuduh melanggar ketentuan tersebut. Konflik yang lebih dalam berakar pada program nuklir Iran. International Atomic Energy Agency telah melaporkan Iran memperkaya uranium mendekati tingkat senjata dengan persediaan yang cukup besar untuk beberapa bom. Kampanye “tekanan maksimum” Trump menuntut nol pengayaan, pembongkaran penuh situs-situs di Natanz, Fordow, dan Isfahan, serta penghentian operasi proksi. Iran bersikeras pada haknya untuk pengayaan demi tujuan sipil dan menginginkan keringanan sanksi serta jaminan keamanan. Konfrontasi militer langsung mulai meningkat pada Juni 2025, ketika Israel menyerang situs nuklir dan militer Iran dalam apa yang disebut Twelve-Day War. Pasukan AS bergabung dalam serangan tersebut, menargetkan Fordow, Natanz, dan Isfahan. Gencatan senjata sementara menyusul, tetapi pembicaraan kembali gagal. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel meluncurkan serangan baru. Supreme Leader Ali Khamenei tewas selama kampanye tersebut. Iran membalas dan bergerak untuk membatasi Selat Hormuz, yang membawa sekitar 20 persen minyak global dan gas alam cair. Selat tersebut telah menjadi titik tekanan utama dalam negosiasi. Iran telah menggunakan akses ke jalur air tersebut sebagai pengaruh terhadap tindakan militer Amerika. AS melihat pembatasan tersebut sebagai paksaan ekonomi. Posisi yang tidak dapat didamaikan mengenai hak pengayaan, sanksi, dan selat itu sendiri telah menghasilkan siklus brinkmanship yang berulang. Iran Menutup Selat Hormuz Beberapa Jam Setelah Trump Mengatakan Itu ‘Tidak Akan Pernah’ Ditutup Lagi Iran Menutup Selat Hormuz Beberapa Jam Setelah Trump Mengatakan Itu ‘Tidak Akan Pernah’ Ditutup Lagi Militer Iran menegaskan kembali kendali atas Selat Hormuz pada 18 April 2026, secara langsung
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (Bitcoin.com)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:7bfcbbdafb
Sumber:Bitcoin.com
Diterbitkan:2026-04-19 13:50:27
Kategori:hot · Kategori ekspor hot
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 1 Penting · 💬 0 Komentar