Daftar beritaAS memperingatkan pembayaran aset digital di Hormuz dapat memicu risiko sanksi
Bitcoin.com2026-05-02 00:05:40

AS memperingatkan pembayaran aset digital di Hormuz dapat memicu risiko sanksi

ORIGINALUS Warns Hormuz Digital Asset Payments May Trigger Sanctions Risk
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯4530 kata
OFAC memperingatkan bahwa pembayaran aset digital yang terkait dengan jalur Selat Hormuz dapat menimbulkan risiko sanksi. Peringatan tersebut menyatakan bahwa aset digital tidak mengurangi risiko hukum bagi perusahaan maritim, lembaga keuangan, penanggung, atau pihak lawan. AS Memperingatkan Pembayaran Aset Digital di Hormuz Dapat Memicu Risiko Sanksi Poin-Poin Utama: - OFAC memperingatkan pembayaran kripto yang terkait dengan transit di Hormuz dapat memicu risiko sanksi. - Laporan menyebutkan Iran mengoperasikan sistem tol berbasis kripto yang menghasilkan pendapatan harian sekitar $20 juta. - Perusahaan asing berisiko terkena sanksi sekunder dan pembatasan akses ke sistem keuangan AS. Peringatan OFAC Meningkatkan Risiko Sanksi Kripto untuk Transit di Hormuz Office of Foreign Assets Control (OFAC) dari Departemen Keuangan AS mengeluarkan peringatan pada 1 Mei yang menyatakan bahwa pembayaran aset digital yang terkait dengan jalur Selat Hormuz dapat menimbulkan risiko sanksi. Peringatan tersebut memperjelas bahwa kripto tidak mengurangi risiko hukum bagi perusahaan maritim, lembaga keuangan, penanggung, atau pihak lawan. OFAC mengatakan tuntutan yang terkait dengan Iran untuk transit yang aman dapat muncul dalam berbagai bentuk. Peringatan tersebut menyatakan: “Tuntutan ini dapat mencakup beberapa opsi pembayaran, termasuk mata uang fiat, aset digital, offset, pertukaran informal, atau pembayaran dalam bentuk lain, seperti donasi yang secara nominal bersifat amal yang diberikan kepada Iranian Red Crescent Society, Bonyad Mostazafan, atau rekening kedutaan Iran.” Peringatan ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa Iran secara aktif menerima mata uang kripto di bawah apa yang disebut sebagai rezim resmi “Tehran Toll Booth” untuk transit di Selat Hormuz. Sistem yang dikodifikasi pada 31 Maret 2026 ini tetap digunakan secara aktif. Bitcoin adalah metode pembayaran utama, dengan penggunaan USDT yang dilaporkan, meskipun Tether membekukan lebih dari $344 juta aset yang terkait dengan Iran pada akhir April. Biaya kapal tanker minyak berkisar antara $0,50 hingga $1,00 per barel, atau sekitar $2 juta per very large crude carrier (VLCC). OFAC juga mengatakan bahwa orang AS pada umumnya dilarang melakukan transaksi yang melibatkan Pemerintah Iran kecuali jika dikecualikan atau diizinkan. Pembatasan tersebut juga mencakup transaksi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran. OFAC secara terpisah menandai platform kripto yang terkait dengan Iran. “Orang AS juga pada umumnya dilarang terlibat dengan bursa aset digital Iran, yang dianggap sebagai lembaga keuangan Iran yang diblokir di bawah sanksi AS,” bunyi peringatan tersebut, yang menunjukkan bahwa pembayaran aset digital diperlakukan sebagai risiko sanksi, bukan sebagai jalan pintas. Perusahaan Maritim Menghadapi Tekanan Penegakan Hukum Terkait Pembayaran Aset Digital TRM Labs memperkirakan pendapatan harian IRGC sekitar $20 juta. Di luar Amerika Serikat, risiko sanksi tetap berlaku. OFAC mengatakan aktor asing dapat menghadapi penalti atas transaksi yang melibatkan Pemerintah Iran atau IRGC. Sanksi sekunder dapat membatasi akses ke sistem keuangan AS. OFAC menambahkan: “Orang non-AS yang terlibat dengan bursa aset digital Iran yang diblokir juga dapat berisiko terkena sanksi karena beroperasi di atau mendukung sektor keuangan Iran yang terkena sanksi.” Bahkan keterlibatan tidak langsung dapat menimbulkan kewajiban jika transaksi melewati penanggung, bank, atau perantara keuangan yang terkait dengan AS. Bagi operator maritim, risiko tersebut mengalihkan fokus pada transparansi pembayaran dan pemeriksaan pihak lawan. OFAC mendesak perusahaan untuk memeriksa kapal, mengidentifikasi siapa yang mengatur transit, dan menentukan apakah ada biaya yang terkait dengan Iran yang telah dibayarkan atau dijanjikan. Di bawah sistem IRGC, kapal harus menyerahkan detail kepemilikan dan kargo melalui perantara sebelum disetujui. Pembayaran kemudian dikirim ke dompet yang ditunjuk melalui “jendela konversi” di Pulau Qeshm, diikuti dengan kode sandi yang dikeluarkan melalui VHF dan pengawalan angkatan laut. Proses ini membuat verifikasi alamat dompet dan pihak lawan menjadi sangat penting untuk kepatuhan. Perkembangan terpisah pada akhir April telah membuat risiko seputar sistem pembayaran ini lebih terlihat. Pada 21 April, laporan menyebutkan IRGC menembaki sebuah kapal setelah kapal tersebut membayar ke dompet kripto penipuan alih-alih ke alamat resmi. Pada 30 April, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan Operation Economic Fury telah menyita $500 juta aset kripto Iran. Perkembangan ini menunjukkan bahwa aset digital merupakan pusat dari aktivitas pembayaran dan tindakan penegakan hukum. UEA Keluar dari OPEC Setelah 5
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (Bitcoin.com)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:85c30e24db
Sumber:Bitcoin.com
Diterbitkan:2026-05-02 00:05:40
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar
AS memperingatkan pembayaran aset digital di Hormuz dapat memicu risiko sanksi | Feel.Trading