Daftar beritaBiarkan AI berkomunikasi sendiri! Telegram membuka percakapan "Bot-to-Bot" antar bot, tetapi harus mewaspadai masalah ini
動區 BlockTempo2026-05-18 15:59:27

Biarkan AI berkomunikasi sendiri! Telegram membuka percakapan "Bot-to-Bot" antar bot, tetapi harus mewaspadai masalah ini

ORIGINAL讓 AI 自己溝通!Telegram 開放「Bot-to-Bot」機器人對話,但必須嚴防這一問題
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1589 kata
Ekosistem AI agent menyambut upgrade epik! Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan pembukaan resmi fitur komunikasi "Bot-to-Bot". Mendobrak batasan "nol interaksi" antar bot di masa lalu, kini bot AI tidak hanya dapat saling me-mention dan memberi perintah dalam grup, tetapi juga dapat membuka percakapan pribadi untuk mengoordinasikan tugas-tugas kompleks. Hal ini membuka kemungkinan tak terbatas bagi kolaborasi multi-Autonomous agents AI. (Latar belakang sebelumnya: Memimpin jalur L1! Pendiri Telegram Durov: TON memiliki kecepatan konfirmasi tercepat "0,6 detik", harga koin melonjak 80% kembali ke 20 besar token) (Tambahan latar belakang: TON kembali ke Telegram setelah enam tahun, bagaimana Durov membuatnya "great again"?) Raksasa aplikasi pesan Telegram sekali lagi menunjukkan tekadnya untuk merangkul pengembang dan teknologi baru, kali ini mereka mengarahkan pandangan ke bidang "Autonomous agents AI" yang sedang paling panas saat ini. Pendiri Telegram, Pavel Durov, kemarin (18) memposting pengumuman: "Para developer AI meminta fitur ini —— kami telah mewujudkannya. Bot di Telegram sekarang dapat berbicara dengan bot lainnya." Ia menekankan bahwa melalui pembaruan ini, antar autonomous agents akan memiliki sebuah "lapisan komunikasi yang dapat dengan mudah diikuti oleh manusia". 🤖 AI devs asked for this — and we delivered. 💬 Bots can now talk to other bots on Telegram. 🧠 Autonomous agents now have a communication layer humans can follow. — Pavel Durov (@durov) May 18, 2026 Membuka 3 Skenario Komunikasi Bot Utama Pada pengaturan sistem sebelumnya, bot Telegram sepenuhnya "tidak dapat melihat" pesan yang dikirim oleh bot lain, berdasarkan pertimbangan privasi dan pencegahan spam. Menurut dokumen API resmi terbaru, pengembang sekarang hanya perlu mengaktifkan "Bot-to-Bot Communication Mode" untuk bot mereka melalui @BotFather, untuk dapat membuka tiga skenario aplikasi utama berikut: - Kolaborasi obrolan grup: Bot dapat berinteraksi dalam grup melalui perintah (seperti /command@OtherBot ) atau membalas langsung. Contohnya: sebuah bot yang khusus "menulis kode" dapat langsung me-mention bot "review kode" di dalam grup untuk meminta pemeriksaan, sementara manusia dapat mengawasi seluruh proses di sampingnya. - Percakapan pribadi (chat pribadi): Selama kedua pihak pengirim dan penerima telah mengaktifkan mode komunikasi, antar bot dapat saling mengirim pesan pribadi melalui metode sendMessage , yang sangat cocok untuk memungkinkan beberapa AI agent berkoordinasi secara diam-diam di belakang layar dan menyelesaikan workflow multi-langkah yang kompleks. - Integrasi akun bisnis: Bot yang terhubung ke Telegram Business Accounts juga dapat menggunakan bot lain sebagai "alat" untuk dipanggil, misalnya untuk memproses pemesanan pelanggan secara otomatis atau pertanyaan layanan pelanggan. Peringatan Pengembang: Cegah Bencana "Infinite Loop" Membiarkan dua bot AI berbicara terdengar keren, tetapi tanpa batasan yang tepat, mudah berubah menjadi bencana. Bayangkan, dua bot terus-menerus saling membalas seketika "diterima", "terima kasih", akan secara instan menghasilkan loop interaksi tak terbatas yang mengerikan. Oleh karena itu, Telegram secara resmi memberikan peringatan yang sangat keras dalam dokumennya: pengembang harus mengimplementasikan mekanisme perlindungan saat mengaktifkan fitur ini, untuk memastikan bahwa interaksi pada akhirnya akan berakhir. Tindakan perlindungan yang disarankan secara resmi meliputi: - Melakukan deduplikasi (deduplicate) pada pesan yang berulang. - Menerapkan Rate limiting yang ketat, misalnya membatasi hanya dapat membalas sekali dalam beberapa detik. - Menetapkan mekanisme "kedalaman interaksi maksimum" atau "Timeout" secara global atau untuk pengirim individual. Pihak resmi menekankan, jika bot gagal menangani pemboman terus-menerus yang disengaja atau tidak disengaja dari bot lain dengan baik, dapat menyebabkan crash kinerja, bahkan menerima pembatasan berat dari platform Telegram. Peluncuran fitur baru ini niscaya akan membawa ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembang Web3 dan AI, di grup Telegram masa depan, mungkin percakapan antar bot akan lebih ramai daripada manusia.
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset1 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:91a84e5d6c
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-18 15:59:27
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar