Daftar beritaLaporan menyebutkan Iran sedang mempertimbangkan skema 'asuransi' Hormuz, dibayar dengan Bitcoin
CoinTelegraph2026-05-18 05:53:38BTC

Laporan menyebutkan Iran sedang mempertimbangkan skema 'asuransi' Hormuz, dibayar dengan Bitcoin

ORIGINALReports suggest Iran is mulling Hormuz ‘insurance’ scheme, paid in Bitcoin
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯2438 kata
Kendali atas Selat Hormuz telah menjadi isu utama dalam perang US-Iran. Jalur pelayaran tersebut menangani sekitar seperlima dari perdagangan minyak global. Banyak kapal telah dicegah melintasi selat tersebut setelah US mulai melancarkan serangan udara di Iran pada akhir Februari. Laporan media menyatakan bahwa Iran mengumpulkan pendapatan pertamanya dari tarif yang dikenakan pada kapal-kapal yang melintasi Selat tersebut bulan lalu. Sebelum perang US-Iran, tidak ada langkah semacam itu yang diterapkan. Fars News mengatakan bahwa platform asuransi tersebut berupaya membedakan antara kapal transit dari berbagai negara. "Berdasarkan rencana Kementerian Ekonomi, pengelolaan Selat melalui kerangka asuransi akan memungkinkan penerbitan berbagai polis asuransi maritim serta sertifikat tanggung jawab finansial," kata Fars News, sambil menambahkan bahwa hal itu dapat menghasilkan pendapatan lebih dari $10 miliar bagi negara tersebut. Tidak ada jaminan bahwa Iran akan melanjutkan proposal asuransi tersebut, dan situs web yang mengaku menawarkan "Iranian Digital Insurance" bisa jadi palsu. Situs web tersebut tidak dapat diakses pada saat penulisan. Penipu sebelumnya telah menipu perusahaan pelayaran yang beroperasi di Selat Hormuz dengan menuntut pembayaran dalam cryptocurrency untuk perjalanan yang aman. Deskripsi Hormuz Safe yang berupaya menerima tarif pengirim dalam Bitcoin. Sumber: Google Menuntut pembayaran asuransi dalam Bitcoin bisa masuk akal, mengingat otoritas US membekukan USDT senilai $344 juta yang terkait dengan Iran bulan lalu. Laporan sebelumnya mengatakan Iran telah menerima tarif minyak dalam stablecoin yang didenominasi US dollar seperti Tether USDt (USDT), serta Bitcoin dan mata uang fiat seperti yuan Tiongkok, dengan USDT dilaporkan sebagai cryptocurrency yang paling disukai. Terkait: UAE investors buy AI dip, keep crypto exposure despite conflict Para pemimpin industri telah mempromosikan Bitcoin sebagai cryptocurrency yang lebih tepat untuk negara-negara yang terkena sanksi karena Bitcoin cukup terdesentralisasi dan tidak memiliki penerbit yang mampu membekukan dana. Pada awal April, juru bicara Iran's Oil, Gas and Petrochemical Products Exporters' Union mengatakan bahwa kapal-kapal tertentu akan dapat melintasi selat tersebut dengan syarat membayar tarif sebesar $1 per barel minyak dalam Bitcoin. "Setelah email tiba dan Iran menyelesaikan penilaiannya, kapal-kapal diberikan beberapa detik untuk membayar dalam Bitcoin, memastikan mereka tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi," kata mereka pada saat itu. Magazine: Adam Back says current demand is 'almost' enough to send Bitcoin to $1M More on the subject
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (CoinTelegraph)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:c480138e7c
Sumber:CoinTelegraph
Diterbitkan:2026-05-18 05:53:38
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:BTC
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar