Daftar beritaIndia menindak tegas pasar prediksi: Polymarket tidak dapat diakses, Kalshi bisa menjadi target berikutnya
CoinDesk2026-05-22 04:14:46

India menindak tegas pasar prediksi: Polymarket tidak dapat diakses, Kalshi bisa menjadi target berikutnya

ORIGINALIndia cracks down on prediction markets: Polymarket goes dark, Kalshi could be next
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯4032 kata
India menindak tegas pasar prediksi: Polymarket tidak bisa diakses, Kalshi mungkin menjadi target berikutnya Polymarket telah tidak bisa diakses di India dan menurut laporan media lokal, Kalshi mungkin menjadi target berikutnya. Hal yang perlu diketahui: - Polymarket, pasar prediksi terdesentralisasi utama, telah diblokir bagi pengguna di India setelah adanya arahan pemerintah yang memerintahkan penyedia internet untuk memutus akses ke platform taruhan tertentu. - Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi dilaporkan telah mengeluarkan perintah pemblokiran untuk Polymarket dan sedang menyiapkan perintah serupa untuk pesaingnya yang diatur di AS, Kalshi. - Otoritas India mengklasifikasikan pasar prediksi sebagai permainan uang daring yang dilarang. Polymarket, platform taruhan terdesentralisasi terbesar di dunia, telah tidak bisa diakses oleh pengguna di India. Situs web tersebut menampilkan pesan, "Situs ini tidak dapat dijangkau. Periksa apakah ada kesalahan pengetikan di polymarket.com." Memuat ulang halaman tidak menyelesaikan masalah koneksi tersebut. Pemadaman ini menyusul imbauan tanggal 25 April dari Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY) yang ditujukan kepada penyedia layanan VPN. Imbauan tersebut memperingatkan bahwa pengguna lokal terus mengakses "pasar prediksi dan platform taruhan daring ilegal dan diblokir" meskipun ada "larangan domestik." Menurut arahan tersebut, penyedia layanan internet diwajibkan untuk menghentikan akses ke pasar prediksi, dengan Polymarket menjadi salah satu target utama. Meskipun Kalshi, platform yang diatur oleh U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), saat ini masih dapat diakses, platform tersebut mungkin akan segera menghadapi nasib serupa. Laporan media lokal, yang mengutip sumber anonim di dalam MeitY, mengklaim bahwa lembaga tersebut telah "mengeluarkan perintah pemblokiran kepada Polymarket dan sedang dalam proses mengeluarkan perintah kepada Kalshi paling cepat hari Jumat." Pasar prediksi memungkinkan pengguna untuk mempertaruhkan uang sungguhan pada hasil peristiwa biner, seperti referendum, pergerakan harga aset keuangan, dan hasil pemilu. Platform-platform ini mengalami lonjakan popularitas global yang masif selama pemilihan presiden AS 2024, menjadi tempat utama bagi investor untuk melakukan lindung nilai atau bertaruh pada hasil politik. Namun, pemerintah India mengklasifikasikan aktivitas di platform ini sebagai permainan uang daring. Akibatnya, platform tersebut masuk dalam kategori yang sepenuhnya dilarang berdasarkan Promotion and Regulation of Online Gaming Act 2025. Pemerintah India secara konsisten mempertahankan sikap "menghindari risiko" dan melarang terhadap sektor mata uang kripto, dengan memprioritaskan stabilitas keuangan dan kontrol modal di atas pertumbuhan industri. New Delhi telah menggunakan strategi "shadow ban" melalui perpajakan punitif, termasuk pajak tetap 30% atas keuntungan dan 1% pajak yang dipotong di sumber (TDS) pada semua transaksi, yang secara efektif telah menekan volume perdagangan domestik. Kementerian Keuangan telah berfokus untuk membawa sektor ini di bawah pengawasan ketat Anti-Money Laundering (AML) dan Counter-Strike Financing (CFT) melalui Financial Intelligence Unit (FIU). Lingkungan regulasi ini telah mendorong banyak startup kripto lokal untuk pindah ke yurisdiksi yang lebih ramah seperti Dubai atau Singapura, karena pemerintah dan Reserve Bank of India terus memberi sinyal bahwa mereka memandang mata uang kripto swasta lebih sebagai "permainan uang" spekulatif daripada inovasi keuangan yang sah. Komite Tetap Parlemen India untuk Keuangan bertemu dengan bursa kripto Binance, WazirX, dan Zebpay di Delhi pada 20 Mei untuk membahas regulasi dan perpajakan untuk apa yang mereka sebut sebagai industri virtual digital assets (VDA). Komite tersebut menyatakan kekhawatiran atas arus keluar besar-besaran dari negara tersebut melalui saluran kripto. Lainnya untuk Anda Investor miliarder tersebut mengatakan dia menjual sebagian besar bitcoin miliknya setelah menyimpulkan bahwa mata uang kripto tersebut gagal bertindak sebagai lindung nilai selama gejolak geopolitik dan pelemahan dolar baru-baru ini. Hal yang perlu diketahui: - Mark Cuban mengatakan dia telah menjual sebagian besar kepemilikan bitcoin miliknya setelah menyimpulkan bahwa bitcoin gagal bertindak sebagai lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan gejolak geopolitik, terutama selama konflik Iran baru-baru ini. - Investor miliarder tersebut, yang pernah menggambarkan bitcoin sebagai versi emas yang lebih unggul dan memegang kripto...
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (CoinDesk)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:e8159cfae7
Sumber:CoinDesk
Diterbitkan:2026-05-22 04:14:46
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar