Daftar beritaGugatan Musk terhadap OpenAI ditolak! Tuntutan ganti rugi sebesar 134 miliar dolar AS pupus, hambatan hukum terbesar bagi Altman untuk mendorong IPO telah disingkirkan
動區 BlockTempo2026-05-19 01:11:25

Gugatan Musk terhadap OpenAI ditolak! Tuntutan ganti rugi sebesar 134 miliar dolar AS pupus, hambatan hukum terbesar bagi Altman untuk mendorong IPO telah disingkirkan

ORIGINAL馬斯克告 OpenAI 敗訴!求償 1,340 億美元落空,Altman 推動 IPO 最大法律障礙解除
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1227 kata
Juri di Pengadilan Federal Oakland, California, hanya butuh 2 jam untuk memutuskan: gugatan Musk terhadap OpenAI telah melewati masa daluwarsa, tuntutan ganti rugi sebesar 134 miliar USD ditolak sepenuhnya; putusan ini tidak hanya mengakhiri persidangan, tetapi juga secara langsung menyingkirkan hambatan hukum terbesar bagi OpenAI untuk memulai IPO paling cepat tahun ini. (Konteks sebelumnya: Musk mengajukan perintah pengadilan untuk "menghentikan OpenAI bertransformasi menjadi perusahaan profit" dengan mendaftarkan empat tuduhan utama: memonopoli pasar AI, menguntungkan Microsoft...) (Latar belakang tambahan: OpenAI melawan upaya akuisisi paksa oleh Musk! Berencana memberikan "hak suara khusus" kepada dewan nirlaba untuk mencegah akuisisi paksa) Setelah diskusi selama beberapa jam, sembilan juri di Pengadilan Federal Oakland, California, pada hari Senin mengakhiri perselisihan hukum selama dua tahun antara Musk dan OpenAI, memutuskan bahwa saat ia mengajukan gugatan pada tahun 2024, masa daluwarsa hukum telah lama terlewati, sehingga gugatan dengan tuntutan ganti rugi mencapai 134 miliar USD tersebut ditolak sepenuhnya. Juri menunjukkan bahwa Musk sebenarnya sudah mengetahui perkembangan OpenAI ke arah profit sejak ia meninggalkan OpenAI sekitar tahun 2018, dan seharusnya tidak menunggu hingga tahun 2024 untuk mengajukan gugatan. Hakim Distrik Rogers menyatakan: "Saya rasa ada banyak bukti yang mendukung keputusan juri," kemudian menerima rekomendasi juri dan memutuskan bahwa OpenAI, Altman, serta Presiden Greg Brockman tidak melanggar hukum, dan Microsoft juga tidak terlibat dalam membantu pelanggaran amanat amal. Namun, kekalahan ini tidak membuat Musk berhenti. Pengacaranya, Marc Toberoff, secara terbuka menantang setelah putusan: "Ini pada dasarnya adalah ketidakadilan, jika bukan karena Musk, mereka akan lolos begitu saja, dan mereka seharusnya tidak demikian." Musk sendiri telah bersumpah untuk mengajukan banding. Sementara itu, xAI miliknya akan terus mengejar tuduhan monopoli dan pencurian rahasia dagang terhadap OpenAI dan Microsoft melalui gugatan terpisah. Pihak Microsoft menyambut baik hasil putusan ini. Serangan pengacara OpenAI lebih langsung: "Putusan juri mengonfirmasi bahwa gugatan ini adalah tindakan munafik dari seorang hipokrit yang mencoba menyerang pesaingnya." Bagi OpenAI, makna putusan ini jauh melampaui sekadar kemenangan. Begitu kasus hukum ini selesai, rencana IPO dengan valuasi 852 miliar USD secara resmi mendapatkan ruang untuk melaju. OpenAI baru saja menyelesaikan putaran pendanaan sebesar 122 miliar USD pada Maret 2026, dengan jajaran penjamin emisi utama yang mencakup Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley, dengan target melantai di bursa paling cepat pada kuartal keempat tahun 2026. Namun, analis mengingatkan bahwa jendela pasar memiliki variabel, dan waktu pencatatan aktual mungkin tertunda hingga pertengahan hingga paruh kedua tahun 2027. Profesor hukum Northwestern University, Horwitz, menunjukkan bahwa meskipun kasus ini berakhir, apakah kewajiban nirlaba OpenAI benar-benar dipenuhi akan terus diawasi oleh pihak luar di masa depan. Musk kalah dalam kasus ini, tetapi masalah-masalah yang ia ungkap tidak akan hilang bersamaan dengan putusan juri. Akar dari kasus ini dapat ditelusuri kembali ke awal pendirian OpenAI pada tahun 2015. Musk adalah salah satu pendiri, yang telah menyumbangkan 38 juta USD untuk mendorong penelitian AI dalam bentuk "nirlaba". Namun, pada tahun 2018, ia terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan CEO Sam Altman dan Presiden Greg Brockman lalu keluar, sejak saat itu ia menyaksikan OpenAI membawa investasi miliaran dolar dari Microsoft, valuasinya melonjak hingga 852 miliar USD, dan menjadi perusahaan AI paling populer di dunia. Pada tahun 2024, Musk akhirnya bertindak, menuduh Altman dan Brockman "mencuri sebuah organisasi amal", mengubah organisasi nirlaba menjadi perusahaan yang mengejar keuntungan komersial, serta mengklaim bahwa keduanya memperoleh keuntungan yang tidak sah, dengan menuntut ganti rugi sebesar 134 miliar USD.
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:edbe04c316
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-19 01:11:25
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar