Daftar beritaJerman menjadi produsen amunisi konvensional terbesar di dunia, saat pabrik peluru menggantikan pabrik mobil
動區 BlockTempo2026-04-30 06:10:17

Jerman menjadi produsen amunisi konvensional terbesar di dunia, saat pabrik peluru menggantikan pabrik mobil

ORIGINAL德國成全球最大傳統彈藥生產國,當砲彈工廠取代汽車廠
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1408 kata
CEO Rheinmetall, Armin Papperger, mengumumkan bahwa Jerman secara resmi telah melampaui Amerika Serikat dalam kapasitas produksi amunisi konvensional, dengan produksi tahunan peluru artileri melonjak dari 70.000 menjadi 1,1 juta butir; ia juga memprediksi bahwa industri pertahanan akan menggantikan sekitar sepertiga lapangan kerja di industri otomotif Jerman. (Konteks: Prediksi pesimis Morgan Stanley: Selat Hormuz tidak dapat dibuka kembali bulan ini, tingkat probabilitas pembukaan kembali menurut Polymarket hanya 30%) (Latar belakang: Peringatan Barclays: Sejarah menunjukkan bahwa pergantian Ketua Fed memicu koreksi rata-rata 16% pada saham AS) Jerman, negara manufaktur yang pernah mendominasi dunia dengan mobil dan mesin presisi, kini diam-diam beralih ke lini produksi baru — peluru artileri. CEO Rheinmetall, Armin Papperger, dalam wawancara dengan Süddeutsche Zeitung secara langsung menyatakan: "Jerman kini telah melampaui Amerika Serikat dalam kapasitas produksi amunisi konvensional." Di balik pernyataan ini terdapat angka-angka yang mencengangkan: produksi tahunan truk militer meningkat dari 600 menjadi 4.500 unit; amunisi kaliber menengah meningkat dari 800.000 menjadi 4 juta butir; dan peluru artileri 155 mm melonjak dari 70.000 menjadi 1,1 juta butir. Rheinmetall saat ini mempekerjakan 44.000 karyawan dan berencana menambahnya menjadi 70.000 orang sebelum tahun 2030. Jika menghitung rantai pasokan, jumlah lapangan kerja yang diuntungkan dapat bertambah 210.000 orang. Papperger menekankan bahwa perusahaan saat ini bekerja sama dengan 11.500 pemasok Jerman, di mana 4.500 di antaranya juga merupakan mitra rantai pasokan produsen mobil. Ini berarti perangkat, tenaga kerja, dan teknologi industri otomotif sedang diserap secara diam-diam oleh industri pertahanan. Industri otomotif Jerman dalam beberapa tahun terakhir terperosok dalam krisis struktural, dan gelombang PHK terus berlanjut. Papperger memprediksi bahwa produksi persenjataan akan mampu mengisi sepertiga dari lapangan kerja yang hilang di industri otomotif. Ini bukan sekadar kiasan, melainkan substitusi industri yang nyata: pada tahun 2025, Rheinmetall menerima 250.000 lamaran pekerjaan di Jerman saja, dengan total lamaran mencapai 350.000. Kesan lama bahwa industri pertahanan "tidak menarik" telah menjadi sejarah. Pada Agustus 2025, pabrik peluru artileri kaliber besar terbesar di Eropa resmi beroperasi di Unterlüß, Lower Saxony, menandai transisi Jerman dari pernyataan kebijakan ke tahap produksi massal dalam pembangunan kembali militer. Targetnya adalah memproduksi 1,5 juta peluru artileri 155 mm per tahun sebelum 2027, melampaui target produksi tahunan 1,2 juta yang ditetapkan oleh Departemen Pertahanan AS. Lonjakan industri pertahanan Jerman adalah mikrokosmos dari gelombang pembangunan kembali militer yang lebih luas di Eropa. Anggaran pertahanan Jerman pada 2026 mencapai 108,2 miliar Euro, meningkat tajam dari 86 miliar Euro pada 2025, dengan rasio terhadap PDB naik menjadi 2,6%, dan berencana untuk meminjam tambahan 400 miliar Euro dalam 5 tahun ke depan untuk pembangunan kembali militer. Pengeluaran militer Jerman pada 2025 meningkat 24% secara tahunan menjadi 114 miliar USD, pertama kalinya sejak 1990 menembus ambang batas 2% dari PDB. Rencana "Membangun Kembali Eropa" dari EU menyediakan kerangka kerja sebesar 800 miliar Euro: mencakup 650 miliar Euro ruang fleksibilitas fiskal dan 150 miliar Euro pinjaman bersama (obligasi SAFE). NATO juga mencatat rekor sejarah pada 2025: untuk pertama kalinya seluruh negara anggota mencapai ambang batas pengeluaran pertahanan 2% dari PDB, dan menaikkan target 2035 menjadi 5% dari PDB (termasuk pengeluaran terkait keamanan). Rheinmetall mencatatkan kinerja yang melesat di tengah latar belakang ini. Penjualan tahun 2026 diprediksi mencapai 14,5 miliar Euro, meningkat 45% secara tahunan; tumpukan pesanan diperkirakan berlipat g
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset0 berita
Tidak ada peristiwa serupa yang ditemukan (memerlukan lebih banyak sampel data atau pencarian embedding, saat ini menggunakan pencocokan kata kunci MVP)
Informasi mentah
ID:f340c9583d
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-04-30 06:10:17
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar
Jerman menjadi produsen amunisi konvensional terbesar di dunia, saat pabrik peluru menggantikan pabrik mobil | Feel.Trading