Daftar beritaAxios:Pejabat AS kritik proposal gencatan senjata baru Iran sebagai "tidak tulus", Trump mengancam: akan berdialog dengan bom jika tidak ada konsesi
動區 BlockTempo2026-05-18 14:35:34

Axios:Pejabat AS kritik proposal gencatan senjata baru Iran sebagai "tidak tulus", Trump mengancam: akan berdialog dengan bom jika tidak ada konsesi

ORIGINALAxios:美官員批伊朗新停火提案「毫無誠意」,川普威脅:不讓步就用炸彈對話
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1124 kata
Harapan perdamaian kembali pupus? Pejabat tinggi Gedung Putih (White House) Amerika Serikat mengecam keras proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan Iran sebagai "perubahan kosmetik belaka", tanpa komitmen substantif untuk menghentikan program nuklir utama seperti pengayaan uranium. Presiden AS Trump bahkan mengeluarkan ultimatum, menegaskan bahwa jika Iran tidak menunjukkan fleksibilitas, mereka akan menghadapi "serangan yang jauh lebih keras"; pejabat tinggi AS bahkan secara blak-blakan menyatakan bahwa jika dialog substantif tidak dapat dilakukan, AS akan beralih menggunakan "bom" untuk berkomunikasi. (Ringkasan sebelumnya: Berita Terkini》Iran mengusulkan "gencatan senjata jangka panjang" dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap! Setuju untuk membekukan program nuklir dan menyerahkan pengayaan uranium ke Rusia) (Latar belakang tambahan: Iran meluncurkan asuransi pelayaran Selat Hormuz "Hormuz Safe" dengan "penyelesaian Bitcoin", diperkirakan menghasilkan pendapatan puluhan miliar dolar AS) Di meja perundingan geopolitik Timur, awan perang kembali menebal. Meskipun sebelumnya pasar mendengar kabar bahwa Iran berniat mencari gencatan senjata jangka panjang, Gedung Putih (White House) AS jelas tidak menerima syarat yang diajukan oleh otoritas Teheran. Menurut laporan terbaru dari Axios yang mengutip pejabat tinggi AS dan sumber yang mengetahui masalah ini, Iran baru-baru ini melalui mediasi Pakistan telah menyerahkan versi terbaru dari proposal perjanjian gencatan senjata kepada AS. Namun, setelah meninjaunya, Gedung Putih (White House) menganggap proposal tersebut "tidak memiliki perbaikan substantif" dan sama sekali tidak cukup untuk mencapai perjanjian pengakhiran perang. Dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump meskipun berniat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, namun karena Iran menolak menerima berbagai tuntutan inti AS, terutama kurangnya konsesi substantif pada program senjata nuklir, Trump sedang mempertimbangkan dengan serius untuk memulai kembali serangan militer. Trump dalam wawancara telepon dengan Axios pada hari Minggu (sebelum pihak AS menerima proposal baru Iran) telah mengeluarkan peringatan keras: "The clock is ticking. Jika Iran tidak menunjukkan fleksibilitas, mereka akan hit much harder." Pejabat yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa Trump dijadwalkan akan mengumpulkan tim keamanan nasional tertinggi di Situation Room Gedung Putih (White House) pada hari Selasa ini untuk membahas secara komprehensif opsi militer selanjutnya. Apa sebenarnya isi proposal baru yang membuat pihak AS sangat kecewa ini? Pejabat tinggi AS menunjukkan bahwa revisi Iran hanyalah "perbaikan simbolis". Meskipun secara harfiah menambahkan lebih banyak komitmen tentang "tidak mencari senjata nuklir", namun pada isu-isu inti yang paling krusial, mereka tetap kosong: tidak ada detail spesifik tentang penghentian pengayaan uranium, dan mereka juga menolak untuk menyerahkan stok uranium yang diperkaya tinggi yang ada saat ini. Selain itu, mengenai klaim media resmi Iran sebelumnya bahwa "AS telah setuju untuk membebaskan sebagian sanksi minyak selama negosiasi", pejabat AS juga membantahnya dengan tegas, menekankan bahwa sebelum Iran mengambil tindakan timbal balik, AS sama sekali tidak akan memberikan keringanan sanksi secara "gratis". Saat ini, kedua belah pihak AS dan Iran tidak melakukan "negosiasi langsung" mengenai isi substantif perjanjian, melainkan mencoba membangun konsensus melalui dialog tidak langsung. Namun, kesabaran pejabat AS jelas telah mencapai batasnya: - Menekan Iran untuk bersikap: Pejabat tinggi secara blak-blakan menyatakan bahwa negosiasi saat ini hampir tidak ada kemajuan, "Kita berada dalam situasi yang sangat suram hari ini. Sekarang tekanan ada pada mereka, mereka harus merespons dengan cara yang benar." - Ancaman menggunakan kekuatan militer: Pejabat tersebut menyerukan agar Iran harus menyajikan konten negosiasi yang substantif dan mendetail (throw bit of candy out), dan mengeluarkan ultimatum: "Jika ini tidak terjadi, kita harus melakukan conversation through bombs, dan itu akan menjadi hal yang disesalkan."
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset0 berita
Tidak ada peristiwa serupa yang ditemukan (memerlukan lebih banyak sampel data atau pencarian embedding, saat ini menggunakan pencocokan kata kunci MVP)
Informasi mentah
ID:fc1dad0fe8
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-18 14:35:34
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar