Daftar beritaPasar prediksi kembali ditekan! Indonesia blokir Polymarket, gara-gara taruhan lengsernya Presiden Prabowo langgar aturan
動區 BlockTempo2026-05-25 10:07:37

Pasar prediksi kembali ditekan! Indonesia blokir Polymarket, gara-gara taruhan lengsernya Presiden Prabowo langgar aturan

ORIGINAL預測市場再遭打壓!印尼封鎖 Polymarket,全因總統 Prabowo 下臺賭盤踩紅線
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1518 kata
Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia mengumumkan pemblokiran platform pasar prediksi Polymarket, mengklasifikasikannya sebagai "platform perjudian daring ilegal". Pemicunya adalah taruhan yang dibuka di platform tersebut pekan lalu mengenai "kapan" Presiden Prabowo Subianto akan lengser. Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai negara Asia kedua setelah Korea Selatan yang menerapkan tindakan keras terhadap Polymarket, sehingga area abu-abu regulasi pasar prediksi kembali mencuat ke permukaan. (Konteks sebelumnya: Polymarket kembali diincar: Korea Selatan memulai tinjauan undang-undang anti-perjudian, taruhan pemilihan umum bulan Juni menjadi pemicu) (Latar belakang: Polymarket mengumumkan kembali ke Amerika Serikat: Mendapatkan persetujuan CFTC untuk beroperasi sebagai "Designated Contract Market") Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) secara resmi mengumumkan pada malam tanggal 24 Mei bahwa mereka telah memblokir platform pasar prediksi Polymarket, mengklasifikasikannya sebagai "platform perjudian daring ilegal" dengan alasan bahwa platform tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan taruhan spekulatif pada "hasil peristiwa yang tidak pasti", yang melanggar larangan perjudian daring setempat. Ini adalah tindakan keras terberat yang dilakukan oleh ekonomi terbesar di Asia Tenggara terhadap Polymarket, dan merupakan gelombang hambatan regulasi terbaru yang dihadapi platform tersebut di Asia. Pemicu langsung dari larangan ini dapat ditelusuri hingga 21 Mei: tepat sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana untuk mengonsolidasikan hak ekspor komoditas seperti batu bara dan minyak sawit Indonesia di bawah lembaga negara, Polymarket meluncurkan taruhan kontroversial—bertaruh pada "kapan" Prabowo akan lengser dari jabatan presiden. Masa jabatan Prabowo secara hukum seharusnya berakhir pada tahun 2029. Taruhan ini dengan cepat menyebar di media sosial Indonesia dan memicu perhatian tinggi dari pemerintah. Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, hukum pidana Indonesia secara tegas melarang segala bentuk perjudian, baik daring maupun luring. Pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital, Alexander Sabar, dalam pengumuman yang dirilis pada Jumat malam dengan jelas menyatakan bahwa model operasi Polymarket "melibatkan taruhan dan spekulasi pada hasil peristiwa yang tidak pasti", sehingga dianggap ilegal. Sabar lebih lanjut menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua akun media sosial yang terkait dengan Polymarket. Perlu dicatat bahwa tindakan keras pemerintah Indonesia terhadap perjudian daring tidak dimulai dari Polymarket. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menutup puluhan ribu situs perjudian dan meminta bank untuk memblokir transaksi yang terkait dengan perjudian. Laporan Reuters menunjukkan bahwa kebijakan sentralisasi ekspor komoditas yang diumumkan Prabowo pada 20 Mei telah memicu guncangan di kalangan investor, dan taruhan lengsernya presiden yang diluncurkan Polymarket setelahnya, tepat mengenai zona sensitif politik dan regulasi. Indonesia bukanlah negara pertama di Asia yang menerapkan tindakan regulasi terhadap Polymarket. Sebelumnya, Korea Communications Standards Commission (KCSC) telah memulai tinjauan resmi terhadap Polymarket, menetapkan bahwa model operasinya mungkin melanggar undang-undang anti-perjudian Korea Selatan, dengan taruhan terkait pemilihan umum daerah bulan Juni sebagai pemicu utamanya. Namun, Polymarket menerima perlakuan yang sangat berbeda di Amerika Serikat: setelah disetujui oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC), platform tersebut telah kembali beroperasi di Amerika Serikat sebagai "Designated Contract Market", menyediakan perdagangan kontrak prediksi yang diatur. Kontradiksi "legal vs ilegal" yang ada pada platform yang sama ini mencerminkan kurangnya konsensus global mengenai posisi hukum pasar prediksi. Pasar prediksi seperti Polymarket memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada acara olahraga, hasil pemilu, bahkan peristiwa geopolitik. Industri bernilai miliaran dolar ini menghadapi sikap regulasi yang sangat berbeda di berbagai negara. Beberapa pemerintah negara bagian di Amerika Serikat juga menganggap pasar prediksi sebagai kegiatan perjudian ilegal dan tidak berizin berdasarkan hukum setempat. Di kawasan Asia-Pasifik, sebagian besar negara belum membangun kerangka hukum yang jelas untuk pasar prediksi. Sebagai contoh, pasar prediksi saat ini berada dalam kekosongan regulasi, tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai perjudian, dan tidak dikelola oleh badan pengatur tingkat federal seperti CFTC di Amerika Serikat. Pemblokiran keras Indonesia terhadap Polymarket kali ini dapat membentuk efek demonstrasi bagi pasar berkembang Asia lainnya, yang selanjutnya menekan ruang pengembangan pasar prediksi di Asia. Polymarket saat ini belum menanggapi permintaan komentar melalui surel dari Reuters. Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan terus memeriksa akun media sosial yang terkait dengan platform tersebut. Kewaspadaan tinggi pemerintah Prabowo terhadap konten sensitif politik di samping upaya mendorong reformasi ekonomi, juga menambah ketidakpastian bagi masa depan pasar prediksi di Asia. 📍Laporan Terkait📍
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:18861d0957
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-25 10:07:37
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar