Daftar beritaMenyebut AI langsung dicemooh! Para lulusan di AS mencari pelipur lara dengan mempermalukan para CEO
動區 BlockTempo2026-05-22 01:12:47

Menyebut AI langsung dicemooh! Para lulusan di AS mencari pelipur lara dengan mempermalukan para CEO

ORIGINAL一提 AI 遭噓聲打斷!美國畢業生們藉由羞辱 CEO 們來尋求慰藉
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1306 kata
Pada musim wisuda Amerika Serikat tahun 2026, banyak pembicara seperti mantan CEO Google Eric Schmidt dan CEO Big Machine Records Scott Borchetta disoraki oleh para mahasiswa segera setelah mereka menyebut AI, sebuah pola yang berulang di berbagai kampus. (Ringkasan sebelumnya: Lowongan pekerjaan untuk layanan pelanggan, sekretaris, dan administrasi menyusut selama dua tahun berturut-turut: Statistik terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan AI sedang menggantikan 17 jenis pekerjaan ini) (Latar belakang tambahan: Standard Chartered mengumumkan akan memangkas 15% staf pendukung sebelum tahun 2030! CEO mengakui: Menggunakan AI untuk menggantikan "tenaga kerja bernilai rendah") Banyak kampus, banyak pembicara, pemicu yang sama: setiap kali seseorang di atas panggung mengatakan "AI akan mengubah segalanya", ketidakpuasan serentak segera terdengar dari bawah panggung. Di Amerika Serikat bulan Mei, suara langka muncul di lokasi wisuda, bukan sorakan, melainkan sorakan ejekan (boo). Ini bukan tindakan insidental dari beberapa pemuda yang marah, melainkan reaksi berulang lintas kampus dan lintas acara. Dalam acara wisuda yang seharusnya menginspirasi, Generasi Z memilih untuk menyatakan sikap secara terbuka dengan cara ini. Pada 8 Mei, di wisuda University of Central Florida (UCF), eksekutif real estat Gloria Caulfield mengatakan "kebangkitan kecerdasan buatan adalah revolusi industri berikutnya", sorakan ejekan hampir tidak membiarkannya selesai berbicara. Sehari kemudian, di Middle Tennessee State University, CEO Big Machine Records Scott Borchetta mengatakan "AI sedang menulis ulang model produksi seluruh industri", reaksinya sama. Adegan paling ironis terjadi di Glendale Community College, Arizona: sekolah memperkenalkan sistem suara AI untuk membacakan nama lulusan, sistem tersebut gagal di tengah upacara. Rektor naik ke panggung untuk menjelaskan "kami memperkenalkan sistem AI baru", sebelum kata-katanya selesai, sorakan ejekan terdengar. Bukan karena kegagalan sistem, melainkan karena kalimat itu sendiri. Namun yang paling menarik perhatian adalah pernyataan mantan CEO Google Eric Schmidt di University of Arizona. Dia mengatakan AI "akan menyentuh setiap profesi, setiap ruang kelas, setiap rumah sakit, setiap laboratorium, dan setiap hubungan setiap orang". Sorakan ejekan sudah terdengar sebelum dia selesai berbicara. Struktur umum dari adegan-adegan ini adalah: seorang pemimpin terkemuka mengatakan narasi tak terelakkan tentang AI, lalu disangkal suaranya oleh para calon tenaga kerja muda. Untuk memahami sorakan ejekan ini, perlu membandingkan dua kelompok angka. Kelompok pertama: CEO ServiceNow Bill McDermott dalam konferensi investor Silicon Valley di San Francisco pada bulan Maret memprediksi bahwa setelah AI menyerap pekerjaan kerah putih tingkat pemula secara besar-besaran, tingkat pengangguran lulusan baru universitas mungkin mencapai 30% dalam dua tahun. Ini adalah prediksi spesifik bagi mereka yang baru lulus dari universitas, bukan sekadar "pekerjaan masa depan akan berubah". Kelompok kedua: Statistik Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa kategori pekerjaan tingkat pemula seperti layanan pelanggan, sekretaris, dan asisten administrasi telah mengalami penyusutan lowongan selama dua tahun berturut-turut. Ini bukan prediksi tren, melainkan masa kini yang sedang terjadi. Kedua kelompok angka ini jika disatukan, dapat menjelaskan mengapa mahasiswa di bawah panggung tidak merasa bersemangat saat mendengar "AI adalah revolusi industri berikutnya", melainkan merasa tersinggung. Istilah revolusi industri memiliki konotasi positif dalam buku sejarah, tetapi bagi lulusan tahun 2026, itu berarti transisi dengan waktu yang buruk: revolusi terjadi tepat saat mereka akan memasuki dunia kerja, dan posisi mereka kebetulan berada di lapisan yang paling mudah digantikan. Komentar NextWeb langsung: "Generasi Z tidak menyoraki AI, mereka menyoraki pasar kerja mereka sendiri." Fortune menyebutnya sebagai "disonansi kognitif": mereka marah karena AI menggantikan peluang kerja mereka, namun mereka sadar bahwa tanpa menggunakan alat AI, mereka bahkan tidak akan lolos wawancara. Ini adalah dilema dua arah: orang yang menentang teknologi harus mengandalkan teknologi ini untuk bertahan hidup.
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset5 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:c296792cee
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-22 01:12:47
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar