Daftar beritaDenda keluar! China menjatuhkan denda berat sebesar 1,85 miliar RMB kepada Futu dan 410 juta RMB kepada Tiger, dua CEO tersebut juga ikut terkena sanksi.
動區 BlockTempo2026-05-22 14:00:04

Denda keluar! China menjatuhkan denda berat sebesar 1,85 miliar RMB kepada Futu dan 410 juta RMB kepada Tiger, dua CEO tersebut juga ikut terkena sanksi.

ORIGINAL罰單出爐!中國重罰富途 18.5 億、老虎 4.1 億人民幣,兩大 CEO 遭連坐開鍘
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯1362 kata
"Denda" untuk broker lintas batas China akhirnya dijatuhkan! CSRC hari ini (22) mengumumkan jumlah denda spesifik untuk Futu Holdings dan Tiger Brokers. Futu dijatuhi denda berat sebesar 1,85 miliar RMB (sekitar 271 juta USD), sementara Tiger Brokers dikenakan penyitaan dan denda dengan total sekitar 410 juta RMB; pendiri kedua perusahaan, Li Hua dan Wu Tianhua, juga terkena sanksi serupa, masing-masing didenda 1,25 juta RMB. Menghadapi denda besar dan kepanikan akibat anjloknya harga saham lebih dari 30% di sesi pra-pasar AS, kedua perusahaan segera merilis pernyataan untuk menenangkan pasar, menekankan bahwa proporsi aset klien daratan telah turun menjadi sekitar 10% dan bisnis luar negeri tidak terpengaruh. (Latar belakang: Siapa "pemenang terbesar" dari tindakan keras China terhadap Futu dan Tiger? RWA menjadi jalan keluar modal, token melonjak 17% dalam sehari) (Latar belakang tambahan: Saham Futu dan Tiger anjlok 40% di pra-pasar! China meluncurkan regulasi "tingkat nuklir": Klien daratan mulai hari ini hanya diizinkan menjual, tidak diizinkan membeli) Badai regulasi broker China yang mengejutkan Wall Street akhirnya membuka kartu "denda selangit" yang paling mematikan. Setelah CSRC mengumumkan tindakan keras terhadap bisnis lintas batas ilegal, Futu Holdings (FUTU) dan Tiger Brokers (TIGR, sekarang bernama UP Fintech) hari ini (22 Mei 2026) merilis pengumuman resmi secara berturut-turut, mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan awal sanksi administratif dari otoritas regulasi. Angka denda yang sangat besar secara menyeluruh menyatakan berakhirnya masa keemasan kedua broker tersebut yang bergantung pada pasar daratan China. Menurut pengumuman Futu Holdings, perusahaan telah menerima pemberitahuan investigasi dari CSRC dan kantor cabangnya di Shenzhen. Pihak berwenang menunjukkan bahwa entitas tertentu milik Futu di daratan China dan Hong Kong telah menjalankan bisnis sekuritas, penjualan dana publik, dan berjangka secara ilegal di dalam wilayah daratan China tanpa memperoleh izin atau persetujuan yang diperlukan, yang secara serius melanggar "Undang-Undang Sekuritas", "Undang-Undang Dana Investasi Sekuritas", dan "Undang-Undang Berjangka dan Derivatif". Oleh karena itu, CSRC memerintahkan Futu untuk segera memperbaiki dan menghentikan tindakan pelanggaran tersebut, sekaligus menjatuhkan sanksi ekonomi yang sangat merusak: - Denda perusahaan: Berencana menyita pendapatan ilegal dan menjatuhkan denda besar, dengan total mencapai 1,85 miliar RMB (sekitar 271 juta USD). - Sanksi eksekutif: CSRC berencana menjatuhkan denda sebesar 1,25 juta RMB (sekitar 183.000 USD) kepada pendiri sekaligus CEO perusahaan, Li Hua. Futu menyatakan bahwa denda yang diusulkan saat ini masih menunggu prosedur administratif lebih lanjut dan keputusan akhir dari CSRC. Raksasa broker lintas batas lainnya, Tiger Brokers (UP Fintech), juga menghadapi nasib yang sama beratnya. Menurut pengumuman tersebut, Biro Regulasi Beijing telah menyelesaikan investigasi terhadap anak perusahaannya dan menetapkan bahwa mereka telah melakukan aktivitas ilegal terkait sekuritas, dana, dan berjangka lintas batas tanpa izin. Biro Regulasi Beijing mengeluarkan keputusan sanksi yang jelas: - Denda perusahaan: Menyita pendapatan ilegal dengan total sekitar 103,1 juta RMB, dan menjatuhkan denda administratif tambahan sekitar 308,1 juta RMB (total keduanya sekitar 410 juta RMB). - Sanksi eksekutif: Direktur sekaligus CEO dan pengendali aktual perusahaan, Bapak Wu Tianhua, menerima peringatan resmi dan juga didenda sebesar 1,25 juta RMB. Menghadapi denda selangit dan kepanikan aksi jual yang membuat harga saham di sesi pra-pasar AS anjlok lebih dari 30% hingga 40%, kedua perusahaan hari ini mencoba menenangkan sentimen pasar melalui data, guna meredam dampak penyusutan pasar China terhadap operasional perusahaan secara keseluruhan. Tiger Brokers menekankan bahwa perusahaan selalu mengutamakan kepatuhan, saat ini semua operasional bisnis tetap normal, dan akan bekerja sama secara aktif dengan regulator. Data menunjukkan bahwa hingga akhir 2025, aset klien ritel di wilayah daratan China dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan hanya mencakup sekitar 10% dari total aset klien perusahaan. Pihak Futu juga menyatakan bahwa
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (動區 BlockTempo)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:0e23ef68a7
Sumber:動區 BlockTempo
Diterbitkan:2026-05-22 14:00:04
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar