Daftar beritaSaat regulasi stablecoin di Korea Selatan mulai mencair, Circle dan Tether memberikan sinyal yang berbeda
區塊客2026-04-20 11:04:03USDT

Saat regulasi stablecoin di Korea Selatan mulai mencair, Circle dan Tether memberikan sinyal yang berbeda

ORIGINAL韓國穩定幣監管破冰之際,Circle 、 Tether 釋放不同訊號
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯2301 kata
Penulis: Zen, PANews Pasar stablecoin Korea Selatan sedang menyambut "momen pencairan" yang krusial. Dalam dua minggu terakhir, mulai dari sinyal keterbukaan yang dilepaskan oleh pejabat tinggi bank sentral hingga kemajuan substansial dalam proses legislasi, ditambah dengan kontak intensif tingkat tinggi antara dua raksasa, Circle dan Tether. Berbagai tanda menunjukkan bahwa kerangka regulasi Korea Selatan terhadap stablecoin telah meninggalkan diskusi prinsip dan secara resmi memasuki perairan dalam desain sistem dan permainan kepentingan. Bagi penerbit global, Korea Selatan bukan lagi pasar jauh yang hanya diamati dengan hati-hati, melainkan sebuah pos terdepan dalam perebutan kursi antarmuka sistem keuangan digital masa depan, yang kini menjadi pasar penting yang perlu dikuasai lebih awal. Dari Larangan ke Regulasi: Desain Sistem Stablecoin Memasuki Tahap Kunci Baru-baru ini, perubahan arah kebijakan di tingkat atas telah menjadi lebih jelas. Pada 14 April, calon Gubernur Bank Sentral Korea (BOK), Shin Hyun-song, menyatakan bahwa stablecoin KRW akan memainkan peran dalam ekosistem moneter di masa depan, dan menyebutnya dapat membentuk hubungan yang saling melengkapi sekaligus kompetitif dengan CBDC dan deposit token. Pernyataan ini lebih terbuka dibandingkan sebelumnya, dan juga ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal jelas perubahan suasana kebijakan. Sebelumnya, pejabat tinggi Bank Sentral Korea telah mengusulkan agar stablecoin KRW sebaiknya mengadopsi jalur pengenalan bertahap, yang diprioritaskan untuk diterbitkan oleh bank komersial yang diatur secara ketat, kemudian diperluas ke lembaga non-bank berdasarkan pengalaman. Ini berarti pemikiran regulasi Korea Selatan tidak sepenuhnya terbuka, melainkan menekankan pada integrasi ke dalam sistem perbankan terlebih dahulu, baru kemudian mendiskusikan ekspansi pasar yang lebih luas. Sejalan dengan ini adalah uji coba deposit token di bawah kode "Project Hangang". Bank Sentral Korea telah memajukan uji coba ke tahap kedua, dengan partisipasi bank yang diperluas menjadi sembilan, dan berencana untuk memperluas aplikasi deposit token ke lebih banyak skenario pembayaran nyata. Sektor publik juga mulai menguji penggunaannya untuk subsidi dan pengeluaran fiskal, yang menunjukkan bahwa Korea Selatan sedang menjajaki jalur pelembagaan mata uang digital berbasis bank. Oleh karena itu, fokus diskusi di Korea Selatan saat ini bukan lagi sekadar "apakah akan mengizinkan stablecoin", melainkan bagaimana membangun struktur bertingkat antara stablecoin KRW, deposit token, dan stablecoin USD. Siapa yang boleh menerbitkan, bagaimana lembaga asing masuk, dan peran apa yang dimainkan oleh grup keuangan lokal, telah menjadi inti dari permainan sistem di tahap berikutnya. Apa yang sedang terbentuk di Korea Selatan saat ini bukanlah jalur tunggal, melainkan sistem tiga jalur yang sedang muncul: deposit token yang dipimpin bank sebagai inti, stablecoin KRW yang diatur sebagai pelengkap, dan stablecoin USD asing yang masuk dengan syarat sebagai ekstensi. Siapa yang memenuhi syarat untuk menerbitkan, bagaimana lembaga asing mematuhi aturan, dan peran apa yang dimainkan oleh grup keuangan lokal, telah menjadi isu inti dari permainan sistem di tahap berikutnya. Circle dan Tether Mempercepat Posisi: Dua Jalur Masuk ke Korea yang Berbeda Dalam periode jendela ini, tata letak Circle adalah yang paling jelas dan paling sesuai dengan preferensi regulasi Korea saat ini. Pada 13 April, salah satu pendiri dan CEO Circle, Jeremy Allaire, secara eksplisit menyatakan dalam sebuah acara di Seoul bahwa Circle tidak berencana untuk menerbitkan stablecoin KRW sendiri. Menurutnya, model yang lebih mungkin adalah aliansi yang terdiri dari bank lokal Korea, perusahaan fintech, dan pelaku aset digital untuk memimpin penerbitan mata uang KRW, sementara Circle menyediakan teknologi operasional stablecoin yang matang, kemampuan platform, dan dukungan infrastruktur lintas rantai. Selain itu, Allaire juga secara terbuka menyatakan bahwa jika "Undang-Undang Dasar Aset Digital" Korea di masa depan menyediakan jalur akses kepatuhan bagi penerbit stablecoin luar negeri, Circle bersedia mengajukan lisensi di Korea dan mendirikan badan hukum lokal. Pernyataan ini tidak hanya menanggapi realitas regulasi Korea, tetapi juga menunjukkan niat Circle untuk memasuki pasar sebagai penyedia teknologi dan platform. Circle mempromosikan strategi empat-dalam-satu di Korea, yaitu berkomunikasi secara aktif dengan regulator, bernegosiasi dengan bank untuk kerja sama, sekaligus menjajaki kemungkinan pendaratan di bursa dan uji coba pembayaran. Informasi publik menunjukkan bahwa Circle telah mendiskusikan pengiriman uang lintas batas, penyelesaian, dan dukungan teknologi RWA dengan lembaga keuangan seperti KB, Shinhan, dan Hana, serta memajukan kerja sama dengan platform seperti Dunamu dan Bithumb. Yang lebih patut diperhatikan adalah Circle juga sedang menge
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (區塊客)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:cac333c480
Sumber:區塊客
Diterbitkan:2026-04-20 11:04:03
Kategori:zh_news · Kategori ekspor zh
Aset:USDT
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar