Daftar beritaHampir 80% investor institusional Jepang berencana untuk membeli crypto dalam 3 tahun ke depan, menurut survei
CoinDesk2026-04-21 10:44:35

Hampir 80% investor institusional Jepang berencana untuk membeli crypto dalam 3 tahun ke depan, menurut survei

ORIGINALAlmost 80% of Japan's institutional investors plan to buy crypto within 3 years, survey finds
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯4283 kata
Hampir 80% investor institusional Jepang berencana membeli crypto dalam 3 tahun ke depan, menurut survei Survei oleh Nomura mengungkapkan bahwa sekitar 80% profesional investasi Jepang berencana mengalokasikan hingga 5% portofolio mereka ke aset digital pada tahun 2029. Hal yang perlu diketahui: - Hampir 80% investor institusional yang disurvei di Jepang berencana mengalokasikan sumber daya ke crypto dalam tiga tahun ke depan, dengan target bobot portofolio sebesar 2%-5%. - Sentimen yang membaik dan kerangka regulasi Jepang yang relatif jelas mendorong institusi untuk memperlakukan aset digital sebagai alat diversifikasi, bukan sekadar taruhan spekulatif. - Minat meluas melampaui eksposur harga hingga mencakup staking, lending, derivatif, tokenized assets, dan kasus penggunaan stablecoin, meskipun kekhawatiran mengenai valuasi, risiko pihak lawan (counterparty risk), regulasi, dan volatilitas tetap ada. Sikap terhadap investasi crypto di Jepang bergeser dari minat yang berhati-hati menjadi perencanaan portofolio aktif, menurut survei oleh Nomura dan unit aset digitalnya, Laser Digital, dengan hampir 80% investor institusional di negara tersebut mengatakan mereka berencana menambahkan crypto dalam tiga tahun ke depan. Pergeseran ini mencerminkan pandangan yang berkembang bahwa crypto adalah alat diversifikasi. Banyak responden menyebutkan rendahnya korelasi dengan kelas aset tradisional sebagai alasan utama untuk menambah eksposur. Namun, alokasi tetap terbatas, dengan lebih dari separuh responden menargetkan antara 2% hingga 5% dari portofolio mereka. Hal ini juga mencerminkan sentimen yang membaik: 31% responden menggambarkan pandangan mereka terhadap crypto sebagai positif, dibandingkan dengan 25% pada tahun 2024, sementara sentimen negatif turun menjadi 18%. Temuan ini muncul saat Jepang menyempurnakan salah satu kerangka regulasi aset digital yang paling mapan di antara ekonomi utama. Negara ini adalah penggerak awal dalam meregulasi bursa crypto setelah keruntuhan Mt. Gox pada tahun 2014. Upaya terbaru berfokus pada integrasi aset digital ke dalam hukum keuangan yang ada, termasuk pembaruan yang terkait dengan Financial Instruments and Exchange Act. Kejelasan tersebut telah membantu membina ekosistem crypto domestik yang berlabuh pada perusahaan-perusahaan besar seperti SBI Holdings, konglomerat keuangan yang mengoperasikan salah satu bisnis crypto terbesar di Jepang, dan bitFlyer, bursa yang sudah lama berdiri. Lembaga keuangan tradisional juga telah memasuki industri ini. Nomura, salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia, mendirikan Laser Digital pada tahun 2022 untuk berekspansi ke perdagangan, manajemen aset, dan investasi ventura, sementara perusahaan seperti Mitsubishi UFJ Financial Group telah menjajaki tokenized deposits dan stablecoin. Minat meluas melampaui eksposur harga sederhana. Lebih dari 60% responden menyatakan minat pada strategi penghasil pendapatan seperti staking dan lending, serta derivatif dan tokenized assets. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai memperlakukan crypto bukan sebagai perdagangan spekulatif, melainkan sebagai perangkat keuangan yang lebih luas. Stablecoin adalah area fokus lainnya. Enam puluh tiga persen responden mengidentifikasi potensi kasus penggunaan, termasuk manajemen perbendaharaan, pembayaran lintas batas, dan transaksi valuta asing. Kepercayaan tampaknya paling tinggi untuk stablecoin yang diterbitkan oleh lembaga keuangan besar, yang menyoroti pentingnya pihak lawan yang dikenal. Namun, hambatan tetap ada. Investor menunjukkan tantangan termasuk kurangnya kerangka valuasi yang mapan, risiko pihak lawan seperti penipuan atau kehilangan aset, dan ketidakpastian regulasi. Volatilitas yang tinggi juga terus membebani adopsi. Meski begitu, kekhawatiran tersebut mulai bergeser. Alih-alih memperdebatkan apakah akan berinvestasi, institusi kini berfokus pada bagaimana cara melakukannya. Survei ini dilakukan pada bulan Desember dan Januari serta mengumpulkan tanggapan dari 518 profesional investasi, termasuk investor institusional, family office, dan organisasi kepentingan publik. Lainnya untuk Anda Bitcoin menguat sementara altcoin terus berjuang setelah eksploitasi DeFi akhir pekan lalu, dengan pasar mengamati ketegangan di Timur Tengah dan pergeseran sentimen risiko. Hal yang perlu diketahui: - Bitcoin naik ke $76.500 dan menghadapi resistensi di dekat $77.000 saat trader mempertahankan breakout di atas $78.300. - Ether dan altcoin tertinggal setelah eksploitasi KelpDAO senilai $290 juta, dengan token DeFi berada di bawah tekanan dan sentimen yang masih rapuh. - Pasar memantau
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (CoinDesk)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:e10970ce7c
Sumber:CoinDesk
Diterbitkan:2026-04-21 10:44:35
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar