Daftar beritaUEA Mengumumkan Peralihan Menuju Model Pemerintahan AI dalam Dua Tahun ke Depan
Bitcoin.com2026-04-25 07:30:54

UEA Mengumumkan Peralihan Menuju Model Pemerintahan AI dalam Dua Tahun ke Depan

ORIGINALUAE Announces Shift Toward AI Government Model in the Next Two Years
Analisis Dampak AIGrok sedang menganalisis...
📄Artikel lengkap· Diambil secara otomatis oleh trafilaturaGemini 翻譯2503 kata
Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menyatakan bahwa tujuannya adalah agar 50% sektor pemerintah beroperasi melalui AI agen otonom. Transisi ini juga akan mencakup pelatihan bagi pegawai federal untuk “menguasai AI” dan akan diawasi oleh Sheikh Mansour bin Zayed. UEA Mengumumkan Peralihan Menuju Model Pemerintahan AI dalam Dua Tahun ke Depan Poin-Poin Utama: - PM UEA Al Maktoum mengumumkan perubahan besar untuk menjalankan 50% operasional pemerintah menggunakan Agentic AI. - Melanjutkan peluncuran legislatif AI pada April 2025, UEA akan melatih semua pekerja untuk menguasai AI. - Sheikh Mansour bin Zayed akan mengawasi transisi besar ini untuk memenuhi tenggat waktu ketat selama 2 tahun. Pemerintah UEA Akan Berjalan dengan Teknologi Agentic AI dalam Dua Tahun ke Depan AI (artificial intelligence) mulai merambah ke aspek-aspek yang lebih sensitif dalam kehidupan sehari-hari kita, termasuk tata kelola pemerintahan. Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UAE), mengumumkan pada hari Kamis bahwa di bawah arahan Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UAE, negara tersebut beralih untuk memasukkan AI sebagai bagian dari dorongan otomatisasi untuk layanan pemerintah. Di media sosial, Al Maktoum menekankan bahwa “50% sektor, layanan, dan operasional pemerintah akan berjalan dengan Agentic AI,” menetapkan tenggat waktu dua tahun untuk menyelesaikan migrasi ini. Beliau menyatakan: “AI bukan lagi sekadar alat. AI menganalisis, memutuskan, mengeksekusi, dan meningkatkan secara real time. AI akan menjadi mitra eksekutif kita untuk meningkatkan layanan, mempercepat keputusan, dan meningkatkan efisiensi.” Kinerja sistem baru ini akan dievaluasi dengan mengukur beberapa elemen kunci, termasuk kecepatan adopsi, kualitas implementasi, dan penguasaan AI dalam mendesain ulang pekerjaan pemerintah. Pegawai federal tidak akan ditinggalkan. Al Maktoum menekankan bahwa semua karyawan akan dilatih untuk “menguasai AI” guna membangun kapabilitas pemerintahan berbasis AI. Sheikh Mansour bin Zayed akan mengawasi implementasi proyek transformasi besar ini, yang bertujuan untuk menggantikan pemerintahan saat ini dengan model yang lebih cepat, lebih responsif, dan lebih berdampak. “Dunia sedang berubah. Teknologi semakin cepat. Prinsip kami tetap konstan. Rakyat adalah yang utama,” pungkas Al Maktoum. UAE telah terbuka terhadap penyertaan AI dalam struktur pemerintahannya. Pada April 2025, Al Maktoum sendiri meluncurkan sistem legislatif berbasis AI milik Emirates, yang menggunakan agen AI untuk mengembangkan undang-undang, memantau dampaknya menggunakan analisis data, dan mengusulkan amandemen legislatif berdasarkan pengamatannya.
Status data✓ Teks lengkap telah diambilBaca artikel asli (Bitcoin.com)
🔍Peristiwa serupa dalam sejarah· Pencocokan kata kunci + aset6 berita
💡 Saat ini menggunakan pencocokan kata kunci + aset (MVP) · Akan ditingkatkan ke pencarian semantik embedding di masa mendatang
Informasi mentah
ID:e76a288ce1
Sumber:Bitcoin.com
Diterbitkan:2026-04-25 07:30:54
Kategori:Umum · Kategori ekspor neutral
Aset:Tidak ditentukan
Voting komunitas:+0 /0 · ⭐ 0 Penting · 💬 0 Komentar
UEA Mengumumkan Peralihan Menuju Model Pemerintahan AI dalam Dua Tahun ke Depan | Feel.Trading